Seperti petir, sekilas, sesaat, namun begitu gagah
Memporak-porandakan setiap yang indah
Membekukan benak sesaat, melamunkan, dan memikirkan
Apa yang baru saja terjadi
Ya, seperti kilat, menyambar, merobek, menjejakkan bekas luka
Lebih dalam dari tikaman belati
Karena ia bahkan tak tampak, tak tahu seperti apa harus mengobati
Seakan belum lengkap istana kartu ini ia bangun,
Namun harus runtuh, luluh lantah
Akan seperti apa yang ia bayangkan, yang kita bayangkan,
Ternyata harus digilas rata setiap lembar yang sudah tertata
Ia pergi, meninggalkan berjuta imaji
Lekat, sangat lekat mengerak dalam memori
Berbagai rekam jejak seakan menari-nari
Semakin jelas tergambar, ketika sang bidadari sudah terbang pergi
Ia tak kembali, tak seperti ambang mati yang kerap kita kunjungi
Tak beranjak kembali untuk berbagi cerita
Tak berbalik lagi, lantas jauh ke atas sana
Bukan hanya kita yang menyayanginya, kawan
Bukan hanya kita yang memilikinya
Kita hanya disempatkan untuk mengunjungi segelintir kecil sudut-sudut terbaik darinya
Tapi kita pernah menghabiskan malam, siang, canda, dan air mata
keringat, darah, cinta, cita,
harapan, angan, keluhan, kegembiraan,
cerita, dan cara memandang dunia
Kita tidak terlahir dari rahim yang sama
Tapi aku yakin, ketika ia pergi,
kamu, aku, dan semua yang pernah berbagi tempat di bawah langit dengannya
hanya bisa tertegun bisu, memaksa diri untuk menerima
menekan pilu sekuat-kuatnya, atau menangis sejadi-jadinya
Tugasnya sudah selesai
Membagikan pada kita berbagai kisah, berbagai pelajaran
Bukan untuk menjadi klise yang tak sempat tercetak
Tapi untuk kita teruskan, terjemahkan,
ke dalam lukisan besar,
arti hidup seorang manusia,
yang meski singkat namun penuh cinta dan cita-cita
Indah terlukiskan dalam sebuah nama,
Angelina Yofanka

(11 July 1992 – 5 Februari 2012)
cantik banget yasir puisinya, alm. fanka pasti suka
Ah, puisi yg secantik tokoh utamanya…
Hebat puisi nya nih..
Merinding juga baca nya sir..
Turut berduka, semoga segala kebaikan Alm menjadi manfaat buat semuanya..
Keep Blogging sir..
nuhun tinceuu… smoga di sana ada internet
nuhun a empi,,
Sepakat sama upi, merinding bgt baca puisinya.. Jadi ikut sedih…
Walau g kenal sama fanka, tapi semua teman-temannya bisa menggambarkan betapa baiknya dia,,, smoga dia tenang disana dan teman-temannya bisa tabah dan ikhlas..
love it
dulu selalu kagum sama fanka, sekarang setiap flashback bisa jadi inspirasi
pisan din, hebat ya orang itu
bagus ka :”") merinding
Fanka… we’ll miss u…