Peranku, peranmu


Ada yg pernah mikirin hal ini g?Kita itu ada dan lahir dgn banyak sekali peran yg kita emban.

Maksudnya?Aku misalnya.Aku tentunya brperan sbgai manusia,penghuni bumi yg dtitipkan ini.Aku juga seorang hamba Allah,yg punya kwajiban mngikuti syariatNya tentunya.Aku juga seorang ank dr kdua orang tuaku,makanya aku punya kwajiban brbakti pada mereka,mmbahagiakan mereka,dan merawatnya ktika tua nanti.Aku juga seorang kakak,yg harus mnyayangi adikny,mmberi contoh dn teladan yg baik.Tp aku juga seorang adik,yg harus mnghormati kakaknya.

Aku seorang mahasiswa,yg punya kwajiban belajar,brkgiatan,mnempa diri dgn brbagai ilmu,jg g bisa dipungkiri,d pundak kita ada harapan jutaan orang dgn brbagai gambaran msa depan yg lebih baik d tangan mahasiswa.Aku juga seorang teman,yg disampingku brdiri teman yg mgharapkan bantuanku,yg dblakangku brdiri tman yg mmohon bimbinganku,dan yg ddepanku brdiri tman yg mnanti doronganku.Aku tanpa mereka bukan seorang teman,tp tidak sbaliknya.Aku juga ini,aku juga kordinator itu,aku juga ketua ini,aku juga PJ itu…

Mungkim tiap orang punya peran ganda nya masing2,tapi satu hal yg dsayangkan,bnyk dr kita yg justru blum bsa mnjalankan,stidaknya menyadari perannya.Klo d teori problem solving,mngetahui masalah adalah setengah dr menyelesaikan mslah itu sndiri.Makanya,klo kita udh tau peran kita,stidaknya kita sudah mnylesaikan stengah dr tugas kita itu sndiri.

Oke lah,kita udh tau brbagai macam peran kita yg bjubel itu.Lalu?Nah, masalahnya justru di tahap pengamalan dari tiap peran ini. Percuma juga kalau udah tau peran kita apa, tapi ga ada usaha untuk menjalankan peran itu. Ya, yang penting adalah sebaik apa kita dapat menjalankan peran itu. Aku mungkin memang seorang kakak, tapi apa aku sudah menjadi kakak yang baik. Apa aku seenggaknya udah berusaha? Aku seorang mahasiswa, aku sudah belajar, aku sudah berkegiatan, tapi apa aku sudah berbuat sesuatu untuk masyarakatku? Setiap peran pasti akan melahirkan tanggung jawab, dan di sana lah kita diuji untuk bisa menjalankan tanggung jawab itu. Makanya ada dalil:

“setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya”

Pemimpin disini bisa didekatkan artinya dengan istilah peran. Jadi, setiap peran pasti akan diminta pertanggungjawabannya. Kalau peran yang secara struktural ada, pertanggung jawabannya dilakukan di dunia. Tapi peran yang secara non struktural ada? Tidak tertulis? Apa akan ada pertanggung jawaban formalnya di dunia? Apa kah anak akan disidang oleh kedua orang tuanya, ditanya ini itu tentang tugasnya sebagai anak? Enggak tentunya. Pertanggung jawabannya ya di sana, di akhirat. Tapi, menurutku, pertanggungjawaban di dunia bagaimana pun akan tetap ada. Cuma terkadang kita yang ga sadar ada pertanggung jawaban itu. Misal, aku seorang ketua kelompok suatu tugas kuliah. Ketika aku tidak melaksakan tugas itu dgn benar, dan meremehkan peran itu, hati kecilku lah yang akan meminta pertanggung jawabanku. Akan banyak perasaan bersalah yang menghantui, yang hanya akan hilang begitu kita menunaikan kewajiban kita.

Peranmu hadir bersama tanggung jawab, kawan. Setiap tanggung jawab itu juga hadir dengan hikmah dan pelajaran di dalamnya.

2 thoughts on “Peranku, peranmu

  1. “sesungguhnya setiap jiwa adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban…”

    klo bahasa kerennya : LEADERSHIP yaah…

    Muhammad is really rasulullah… ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s