Di Pojok Nurani


Sekelilingku hanya ada gelap
Tertawa lebar menatap aku
Yang saat ini sedang terdiam
Di pojok nurani

Cuma satu lilin yg aku bawa
Tapi belum kunyalakan
Kenapa?Karena aku terlalu nyaman dgn kegelapan
Selimut sunyi yg mnghangatkan masih terasa nyaman untuk kutiduri
Kututupi telingaku
Tapi tersenyum

Berkelebat dalam otak
Tentang gambaran diri
Dalam format masa depan
Dalam bentuk terideal yg ingin kucapai

Aku masih nyaman
Namun tetap kututup telingaku
Senyum pun terkadang menangis
Tanpa tuan,kugiring padanya perlahan
Aku brhenti
Aku kembali,memungut yg terjatuh
Meski mmberatkan
Tapi candu

Aku brhenti d pojok nurani
Mengantuk,mengangguk
Menunggu bumi menarikku ke mana

Bangunkan,nyawa yg tertidur
Jika masih ada harapan yg kau titipkan padanya
Jika masih indah yg kau citrakan tentangnya
Bangunkan,dan tarik dia dari pojok nuraninya

Jika masih kau tautkan cinta padanya

kampus,29 okt 09

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s