Sebuah Sudut Pandang


Aku mencari kau dalam keramaian
Menelusuri keberadaanmu dalam hening
Menapaki jejak-jejakmu
Mengikuti suaramu
Tapi kau bagai hilang enggan untuk ditemukan

Apa kabarmu cinta?
Sesaat bersikeras keluar dari kedalaman hati
Sesaat kemudian bersembunyi
Seakan memintaku untuk tetap menggenggam erat tanganmu
Ketika engkau hampir tenggelam dalam hiruk pikuk
Namun juga seakan memintaku melonggarkan pelukanku
Ketika tanganku sedikit saja terlalu erat

Bernada tapi tak berlirik
Aku seakan kau paksa mengerti sendiri artimu
Aku pun harus memecahkan sendiri semua teka tekimu
Seperti lagu tanpa syair
Hanya bisa dirasakan,tidak untuk diartikan

Apa lah cintaku ini?
Siapa lah aku ini?
Sebatang pohon beringin yang daunnya pun belum sampai untuk menaungi diriku sendiri
Bisa apa lah aku ini?
Berdiri sebelah kaki
Menjinjing sebelah tangan

Semua yang pernah kutulis
Kuukir jelas di atas batu
Maka aku tidak bisa menyalahkanmu
Ketika kau tegap berdiri di atas memori
Mungkin yang kau tulis pun begitu
Atau justru sekedar kau tulis di atas air
Atau pasir
Yang seketika hilang ditiup angin

Berputar
Tereka ulang
Bertumbuh kembang
Satu satu potongan terkenang

Akhirnya semua berujung pada satu kesimpulan
Berlari kemanapun, secuil hati ini sudah kau genggam
Semoga tidak menjadi api yang mematikan
Tapi membangun, memberi kekuatan, menegaskan jejakan
Memberi arahan, ketika harus menemui persimpangan
Memberi sinaran, ketika gelap tidak bisa dihindarkan

Itu saja, semoga mengerti

***

15 Mei 2011

2 thoughts on “Sebuah Sudut Pandang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s