Perusahaan AH dan AG – Puzzle Series


Mau coba bikin tulisan berseri (atau bertema) yang secara umum menceritakan pengalaman pribadi yang secara nyata menunjukkan keunikan dan kehebatan jalan hidup yang Allah tentukan. Sepotong-sepotong cerita atau pengalaman itu ibarat potongan-potongan puzzle, yang kalau beberapanya disusun bisa jadi satu gambar yang utuh. Dan, gambar yang utuh itu pun masih merupakan sebuah potongan puzzle, yang ketika digabungkan dengan gambar yang lain, akan menjadi sebuah lukisan besar hidup kita yang ternyata menakjubkan – yang mungkin masih jadi pertanyaan sampai sekarang.

Tapi, sebuah lukisan pasti punya pola, dan kita seharusnya bisa “menebak-nebak” kira-kira lukisan besarnya seperti apa. Gambarnya kurang bagus kira-kira? Masih bisa dibagusin ternyata, pake kuas bernama “doa”.

from google image

***

Seri pertama (bukan berarti yang paling awal) adalah tentang perusahaan AH dan AG. Ini cerita waktu saya lagi nyari-nyari tempat belajar baru setelah kampus.

Jadi, alkisah pasca lulus, saya mencoba memasukkan lamaran ke beberapa perusahaan (bukan ke beberapa rumah :D). Kebanyakan perusahaan yang punya core business di bidang IT dan kebanyakan konsultan IT. Kenapa itu? Karena memang itu cita-cita saya ketika menjelang lulus : cari pengalaman di konsultan IT.

tebar jala - dari blog.sunburstsoftwaresolutions.com

Singkat cerita, di antara beberapa perusahaan itu, saya mencoba melamar ke sebuah perusahaan otomotif, sebut saja perusahaan AH, yang karena skala perusahaannya cukup besar, maka proses rekruitmennya pun sangat panjang dan rumit. Kalau ditotal bisa sampe 2 bulan prosesnya. Saya waktu itu sudah sampai tahap interview user (manager) di bagian System Integration (kalau di SDLC, fokusnya ke tahap planning dan design). Itu ditempuh setelah satu set psikotest full day dan wawancara psikolog berhasil lolos.

Di tempat lain, di sebuah perusahaan konsultan IT, sebut saja AG, saya mencoba mengikuti serangkaian tes yang diadakannya. Dimulai dari tes dasar logika dan perhitungan, terus dilanjut ke wawancara user. Waktu itu, cuma ada dua lowongan : tester (tukang nyoba software) sama developer (yang bikin software-nya). Saya pilih lowongan tester waktu itu dan ikut tes di IT Telkom Bandung. Hampir-hampir saya ga jadi ikut tes itu karena hampir berbenturan dengan tes perusahaan konsultan IT lain di hari yang sama. Ini potongan puzzle pertama. Saya memilih untuk tetap mengikuti tes di AG ini meski kalau menurut jadwal, tes di perusahaan satunya lagi ga akan bisa kekejar. Ternyata, selesai tes di ITT, masih bisa buat lanjut di Braga buat interview yang satu lagi itu.

Singkat cerita, karena menurut cerita dari teman yang udah kerja di AG, posisi tester itu memang cukup mudah kerjaannya, tapi ya mungkin kurang challenging aja. Karena cerita itu, saya pun ga menaruh banyak harapan di AG ini awalnya. Harapan terbesar waktu itu di sebuah perusahaan konsultan IT juga, dan di AH ini. Serangkaian tes diikuti di AH dan di konsultan IT yang lain dan yang bisa dilakukan selanjutnya adalah menunggu.

Di tengah penantian itu, ada email yang masuk dari perusahaan AG yang meminta saya untuk interview di sana. Satu hal yang menjadi pertanyaan saya adalah : kenapa ada interview lagi? Padahal kalau menurut cerita, langsung ada keputusan apakah diterima sebagai tester itu atau tidak. Ternyata, interview kali ini berbeda. Pada saat itu, posisinya adalah saya sudah menolak dua konsultan IT yang sudah menerima dan entah kenapa yakin bakal dapet tempat yang lebih baik. Interview di AG pun menjawab keyakinan saya itu.

Saat itu, yang saya tahu adalah hampir semua lowongan di AG bersifat outsourcing atau kontrak. Ternyata, saat itu AG sedang membutuhkan seorang yang punya kapabilitas memimpin dan punya background IT. Dengan banyaknya proyek yang ditanganinya, AG butuh banyak tenaga IT leader untuk mengelola proyek-proyek itu. Biasanya, untuk posisi itu, AG hanya menerima seorang profesional yang sudah punya pengalaman kerja di bidang itu. Tapi, kali ini tawaran itu diberikan pada saya – seorang pemula yang baru lulus, ga punya pengalaman kerja apa-apa, polos, linglung. Mereka bilang, ga masalah fresh graduate karena nantinya bakal ada proses pendidikan dulu selama tiga bulan di proyek-proyek yang sudah berjalan. Dan lowongan ini bukan untuk kontrak, tetapi permanen.

Saya menerima tawaran itu. Dan, selama perjalanan pulang dari kantor AG, kepala saya seakan diterangi lampu halogen. Jalan yang dimaksud mulai terlihat. Dan ini potongan puzzle selanjutnya, yang mungkin saya cari. Sebagai bagian dari proses rekruitmen, saya pun menjalani psikotes dan tes kesehatan beberapa hari setelahnya. Ya, saya memutuskan untuk memilih jalan ini.

Hari pertama masuk, saya diperkenalkan dengan semua staf di kantor dan diberi briefing dan penjelasan tentang apa yang akan saya lakukan selama 3 bulan dan apa yang diharapkan bisa saya lakukan setelah 3 bulan itu. Dan, proyek pertama yang saya ditugaskan di sana adalah : perusahaan AH. Tempat yang pernah saya harapkan, bukan karena bisnisnya, tapi karena lingkungan kerja dan beberapa kebiasaan baik yang ada di perusahaan tersebut. Saya pernah merasa sangat ingin mencoba mencari pengalaman di sana karena keunikan-keunikan itu. Tapi, di hari pertama itu, setelah saya mengetahui bahwa akan ditempatkan di AH, siang harinya saya menerima SMS dari HRD perusahaan AH yang memberitahu bahwa saya tidak lolos.

Potongan puzzle ketiga : ditolak di AH, tapi ditempatkan di sana oleh AG. Dan apa yang saya alami sampai saat ini? Sudah sekitar dua minggu saya merasakan menjadi karyawan AH, bahkan dikasih name tag pula. Dan ini jauh lebih cepat dari pada kandidat lain yang waktu itu ikut tes di AH di term yang sama, yang ternyata masih proses rekruitmen🙂

***

Saya pernah membayangkan bekerja di sana, makan di kantinnya, sholat di masjidnya, melihat pabriknya, dan saya pun diberikan jauh lebih baik dari itu oleh Allah. Dan satu lagi yang terpenting : cita-cita untuk nyoba kerja di konsultan IT pun terwujud. Masih mencari-cari alasan untuk tidak bersyukur? Mungkin susah.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

5 thoughts on “Perusahaan AH dan AG – Puzzle Series

  1. nice yabo.. Kadang kita suka gak sabar pengen dapet potongan puzzle selanjutnya. Padahal lika-liku mendapatkan potongan2 itulah yg mengasah kita untuk menjadi lebih baik. Sukses yaboo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s