Sedekah – Puzzle Series


Ini tentang pengalaman nyata lagi, dialami oleh seorang sahabat. Diceritakan supaya bisa memberi bukti gimana cara Allah dalam membalas apa yang dikeluarkan kita di jalan kebaikan. Kali ini tentang sedekah.

***

Ceritanya tentang seorang ibu pencuci baju. Ia bekerja sebagai seorang penjual makanan di sebuah daerah kos-kosan di Bandung. Sebagai kerjaan sampingan, ia juga mencucikan pakaian anak-anak kosan sekitar situ.

Singkat cerita, sahabat saya itu yang tadinya mencuci pakaian sendiri, mulai kewalahan akibat tugas-tugas kuliah. Dapat informasi dari salah seorang kawannya, dan dia pun akhirnya berlangganan cuci di sang ibu tersebut yang dibayar bulanan. Ga mahal, cuma sekitar 65 ribu buat satu bulan cucian sebanyak apapun.

Suatu hari, sahabat saya heran mengapa si ibu sudah lebih dari seminggu tidak mengantar cuciannya. Ternyata sore harinya, si ibu mengabari sahabat saya melalui SMS. Ia meminta maaf karena belum bisa mengantar cucian karena ibunya sedang sakit keras dan harus dirawat di RSHS. Sahabat saya pun sangat maklum.

Keesokan harinya, si ibu tukang cuci pun menyempatkan diri mengantar cucian sahabat saya ke kosan. Si ibu pun bercerita tentang musibah tersebut dan kesulitan dana yang ia alami. Ia sudah menjual motor dan masih kekurangan biaya. Katanya, ia butuh biaya yang cukup besar supaya ibunya boleh pulang dari rumah sakit.

Mendengar cerita si ibu, sahabat saya pun tergerak hatinya untuk mencoba membantu. Setelah memikirkan sisa tabungan yang ia punya dan sisa hari di bulan itu, mungkin beberapa ratus ribu bisa ia keluarkan untuk membantu. Ia pun menanyakan kepada ibu tukang cuci berapa nominal yang dibutuhkan. Ternyata, si ibu masih butuh 750 ribu untuk menebus ibunya. Dan uang itu harus dibayarkan besok pagi kalau tidak ibunya tidak bisa pulang dalam waktu dekat.

Sahabat saya memikirkan kembali hal itu. Di tabungannya hanya tersisa sekitar 750 ribu dan itu belum mendekati akhir bulan. Ia sangat berhati-hati dan berusaha untuk tidak meminta pada orang tuanya lebih dari apa yang sudah menjadi jatah bulanannya. Apakah mungkin ia memberikan seluruh tabungannya?

Tapi, sahabat saya yakin pada janji Allah. Ia yakin betul kalau setiap sen yang dikeluarkan untuk kebaikan pasti akan Allah ganti. Keyakinannya pun didukung dengan keberadaan teman-teman yang bisa ia hutangi dulu sampai kiriman dari orang tuanya tiba. Ia bulatkan hati dan memutuskan untuk memberikan 700 ribu tabungannya dan menyisakan 50 ribu untuk keperluan darurat. Ia sampaikan pada sang ibu tukang cuci dan ia berikan siang harinya. Meskipun si ibu berjanji untuk mengembalikannya dan sambil menangis, berkali-kali mengucapkan terima kasih, sahabat saya sudah merelakan uang itu untuk membantu sang ibu.

Si ibu pun berhasil melunasi biaya rumah sakit keesokan harinya dan ibunya bisa kembali ke rumah.

Singkat cerita, satu sampai dua hari setelah ia keluarkan bantuannya itu, sahabat saya mendapat telepon dari ibunya. Sekedar menanyakan kabar seperti biasa dan menanyakan kondisi keuangan. Karena merasa tidak enak, sahabat saya pun cenderung diam dan tidak menjawab dengan jelas.

Dan di sini lah dua hal yang menakjubkan terjadi. Pertama, ibunda sahabat saya itu menghubungi kembali keesokan harinya dan berkata bahwa ia sudah mentransfer uang tambahan untuk sahabat saya. Naluri seorang ibu memang terlalu tajam untuk dibohongi.

Kedua, dan paling menakjubkan, adalah ketika sahabat saya menanyakan jumlah uang yang dikirimkan, ternyata jumlahnya adalah 700 ribu rupiah! Tidak kurang sepeser pun!

***

Jika saja sahabat saya tidak memberikan 700 ribunya untuk membantu si ibu, maka mungkin ia bisa menjawab dengan pasti bahwa simpanannya masih banyak pada ibunya dan ibunya pun mungkin tidak mengirimkannya uang tambahan. Jika saja sahabat saya memilih untuk tidak membantu, mungkin uangnya tetap, tidak berubah sedikit pun. Tapi ia memilih untuk menyerahkan 700 ribunya dan yang ia dapat dan ia tidak kehilangan uang sama sekali dan ia mendapat pahala yang lebih berharga dari sekedar 700 ribu.

Perniagaan yang tidak akan rugi adalah perniagaan dengan Allah

Nice, Bro!

4 thoughts on “Sedekah – Puzzle Series

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s