Untuk Seorang Teman


Seperti petir, sekilas, sesaat, namun begitu gagah

Memporak-porandakan setiap yang indah

Membekukan benak sesaat, melamunkan, dan memikirkan

Apa yang baru saja terjadi

 

Ya, seperti kilat, menyambar, merobek, menjejakkan bekas luka

Lebih dalam dari tikaman belati

Karena ia bahkan tak tampak, tak tahu seperti apa harus mengobati

 

Seakan belum lengkap istana kartu ini ia bangun,

Namun harus runtuh, luluh lantah

Akan seperti apa yang ia bayangkan, yang kita bayangkan,

Ternyata harus digilas rata setiap lembar yang sudah tertata

 

Ia pergi, meninggalkan berjuta imaji

Lekat, sangat lekat mengerak dalam memori

Berbagai rekam jejak seakan menari-nari

Semakin jelas tergambar, ketika sang bidadari sudah terbang pergi

 

Ia tak kembali, tak seperti ambang mati yang kerap kita kunjungi

Tak beranjak kembali untuk berbagi cerita

Tak berbalik lagi, lantas jauh ke atas sana

 

Bukan hanya kita yang menyayanginya, kawan

Bukan hanya kita yang memilikinya

Kita hanya disempatkan untuk mengunjungi segelintir kecil sudut-sudut terbaik darinya

Tapi kita pernah menghabiskan malam, siang, canda, dan air mata

keringat, darah, cinta, cita,

harapan, angan, keluhan, kegembiraan,

cerita, dan cara memandang dunia

 

Kita tidak terlahir dari rahim yang sama

Tapi aku yakin, ketika ia pergi,

kamu, aku, dan semua yang pernah berbagi tempat di bawah langit dengannya

hanya bisa tertegun bisu, memaksa diri untuk menerima

menekan pilu sekuat-kuatnya, atau menangis sejadi-jadinya

 

Tugasnya sudah selesai

Membagikan pada kita berbagai kisah, berbagai pelajaran

Bukan untuk menjadi klise yang tak sempat tercetak

Tapi untuk kita teruskan, terjemahkan,

ke dalam lukisan besar,

arti hidup seorang manusia,

yang meski singkat namun penuh cinta dan cita-cita

Indah terlukiskan dalam sebuah nama,

Angelina Yofanka

(11 July 1992 – 5 Februari 2012)

12 thoughts on “Untuk Seorang Teman

  1. Sepakat sama upi, merinding bgt baca puisinya.. Jadi ikut sedih…
    Walau g kenal sama fanka, tapi semua teman-temannya bisa menggambarkan betapa baiknya dia,,, smoga dia tenang disana dan teman-temannya bisa tabah dan ikhlas..

  2. Pingback: Umur 20 Tahun yang Tertunda « story about self consciousness

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s