Misi Besar


Kembali pada tagline blog ini:

Sstory about self consciousness

Ya, dalam rentang satu bulan terakhir, saya mengalami dua peristiwa, yang secara kasat mata tidak ada hubungannya.

Sam Witwicky dan misi besarnya

Sekitar awal Maret yang lalu, saya secara tiba-tiba mendapat undangan, mengikuti seminar gratis Launching Program HSBC YEC. Sampai sekarang pun saya tidak tahu dari mana panitia mendapat alamat email saya lalu mengapa saya yang dipilih. Singkat cerita, saya akhirnya memenuhi undangan tersebut dan ceritanya bisa dibaca di post saya sebelumnya (Launching HSBC YEC). Di seminar itu, jelas saya mendapat banyak ilmu, inspirasi, dan motivasi dari pembicara-pembicara yang hadir. Terutama tentang menjadi seorang pemuda yang tidak pada umumnya: kuliah tinggi, IPK tinggi, lulus, lalu mendedikasikan tahun-tahun mudanya menjadi pegawai perusahaan-perusahaan besar. Tetapi untuk menjadi yang tidak biasa: kuliah di universitas bagus, IPK tinggi, lulus tepat waktu, lalu memutuskan untuk menapaki jalur bisnis.

Berselang tiga minggu (mungkin kurang), seorang teman saya, Fiddinila namanya (web pribadinya), yang cukup aktif di dunia training dan semacamnya, tiba-tiba menawarkan saya sebuah tiket seminar. Ceritanya, dia baru membuka usaha kue, Pukis3Dara (silakan gugling), dan akan membuka stand di sana bersama teman-temannya yang lain. Dia pun mendapatkan beberapa tiket khusus dengan harga miring. Ia menawarkan tiket itu sudah lama sebenarnya, tapi karena saya ragu, saya tidak langsung mengambil tiket itu.

Sekitar 3 hari sebelum acara seminar tersebut, tiba-tiba sms dari teman saya masuk dan mengatakan bahwa seorang temannya, yang awalnya sudah membeli tiket miliknya, berhalangan hadir. Lalu, tiket itu pun ditawarkan kepada saya dengan harga Rp. 200 ribu di mana harga normal saat itu Rp. 350 ribu. Setelah dipertimbangkan dan kebetulan weekend itu tidak ada agenda di keluarga, saya pun mengambil tawaran itu.

Meskipun sebenarnya ada pengalaman SANGAT UNIK (agak bodoh) ketika menuju seminar itu (mirip pengalaman melayat ke tempat Luthfi), mari kita skip dulu sampai saat seminarnya. Cerita lengkap tentang seminar yang bertajuk BISMA Big Moment itu juga akan saya tulis di post terpisah, tidak ditulis lengkap di sini. Tapi intinya adalah, dari seminar itu, apa yang saya dapat di seminar YEC sebelumnya, seakan ‘dipupuk’ dan ‘disirami’. Seakan apa yang saya dapat di seminar sebelumnya termultiplikasi, terakumulasi, dan istilah-istilah lain yang berarti bahwa kedua seminar itu memberikan dua gelombang yang mempunyai fase yang sama sehingga saling membangun satu sama lain.

Mengapa? Di event itu, tidak hanya satu, tapi ada sampai SEPULUH orang yang bisa saya katakan berhasil di dunia, bermanfaat buat sesama, berorientasi surga. Mereka orang-orang yang secara finansial sangat kaya, secara sosial sangat berguna, dan sangat religius. Hampir semuanya ialah para pengusaha. Dengan caranya masing-masing, mereka memberikan manfaat untuk orang lain. Ada yang langsung dengan hartanya, ada yang dengan ilmunya, ada juga yang dengan pengalamannya. Jujur, saya bukan tipe orang yang menyukai seminar/training yang penuh histeria; yang menggunakan musik-musik menggelegar; yang mengajak audience untuk menari-nari; yang berulang kali meneriakkan jargon-jargon berlebihan. Entah menurut kawan-kawan, tapi penyampaian pesan seperti itu agak kurang masuk untuk saya. Kekuatan kata-kata yang disampaikan dengan hati menurut saya jauh lebih baik. Dan kata-kata itu tidak ada artinya kecuali dialami oleh ianya sendiri.

Kembali lagi ke topik awal, tentang peristiwa-peristiwa ini, yang saling mendukung satu sama lain. Satu undangan gratis, satu tiket murah. Menurut saya ini bukan sebuah kebetulan. Dan memang tidak ada kebetulan untuk orang-orang yang mau berpikir. Saya punya kesimpulan sendiri tentang dua hal ini. Singkatnya, ada misi besar yang disiapkan Allah untuk saya, berbeda dan lebih dari apa yang pernah saya bisa bayangkan sebelumnya.

Begitu juga seharusnya dengan pembaca yang terhormat. Coba kita flashback dan memaknai peristiwa apapun yang pernah dialami, karena pasti ada misi besar juga buat masing-masing kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s