Don’t Judge Too Early


Don’t judge too early.

Kita tidak sedang diburu-buru banjir bandang, sehingga harus dalam waktu cepat menetapkan suatu keputusan. Selami sedikit lebih dalam, atau sekedar berprasangka baik barang sedikit, akan jauh lebih baik. Tidak berarti lemah, lelet, atau tidak tegas. Kita memang seringkali membuat praduga, justifikasi, atau cap yang terlalu cepat. Kata “terlalu cepat” bermakna kontekstual, kondisional. Ada variabel waktu. Satu jam itu terlalu lambat untuk seorang pilot dalam membuat keputusan melakukan pendaratan darurat atau tidak. Namun, waktu satu jam menjadi terlalu cepat bagi seorang mahasiswa untuk melanjutkan jenjang studinya atau memilih untuk bekerja. Konteks waktu sangat punya peran dalam ketergesa-gesaan.

Sejarah pun mencatat banyak peristiwa buruk hasil sebuah penarikan kesimpulan yang terlalu cepat. Perang Uhud misalkan, dari tanah Arab. Sebagian kaum muslim menyimpulkan terlalu cepat bahwa perang telah mereka menangkan. Sehingga, harta rampasan jadi satu-satunya tujuan setelah mengetahui musuh sudah meninggalkan medan. Tapi, justru kesimpulan mereka – dan keserakahan – yang mematikan mereka ketika pasukan pemanah lawan datang dari arah yang lain. Harta rampasan tidak akan ke mana-mana, tidak akan lari. Konteks waktu tadi cukup panjang. Namun, menarik kesimpulan dari apa yang terlihat saat itu saja, dari apa yang muncul di kepala saat itu saja, yang justru mencelakakan.

Jangan menilai terlalu cepat, tergesa-gesa. Jika memang kita masih punya waktu cukup lama. Jika memikirkan dan merenungkan beberapa saat akan jauh bermanfaat ketimbang membuat penilaian sekejap. Mengapa harus menilai? Karena kita dituntut oleh banyak keputusan, oleh banyak pilihan. Ketika kita menilai seorang mencurigakan adalah seorang yang jahat, maka kita akan membuat keputusan untuk waspada dan menjaga jarak. Sebaliknya ketika kita menilai seorang yang berbaju muslim adalah seorang yang alim, maka kita akan membuat keputusan untuk mendekati dan bertindak santun.

Di sisi lain, jika kita tergesa-gesa menilai, mungkin akan berbeda jadinya. Bagaimana jika ternyata seorang yang mencurigakan ternyata adalah orang baik sementara yang berbaju muslim justru adalah penipu dan penjahat? Kita tidak pernah tahu hitam putihnya dalam sekali pandang. Perhatikan dan cermati, kalau perlu selami, jalani bersama-sama, sampai lahir sebuah gambaran yang lebih utuh tentang suatu perkara. Toh kita tidak sedang diburu waktu.

Saya pernah mengalami konsekuensi yang sangat mahal harganya dari sebuah keputusan yang tergesa-gesa. Terlepas dari benar atau salah dari segi takdir, tapi nyawa seseorang sudah bisa dikatakan sangat mahal untuk membayar sebuah ketergesa-gesaan ini. Sementara, pikiran kita, pikiran manusia. Selalu melahirkan sebuah impresi pertama dari apa yang dialami indranya. Apa yang indah akan melahirkan impresi baik dan sebaliknya. Maka, jadi lah kuasa kita terhadap pikiran sendiri yang memainkan peran penting. Seberapa kuat kendali kita untuk memaksa pikiran sendiri untuk berhenti membuat impresi sekejap. Seberapa kuat kendali kita terhadap pikiran sehingga mampu memanfaatkannya untuk menganalisa, mengolah dulu informasi yang ada, menggunakan setiap ilmu dan pengalaman yang kita tahu, lalu baru menyimpulkannya dalam citra yang lebih utuh.

Lalu, impresi baik, prasangka baik lah yang saya pilih. Dari pada membiarkan impresi sekejap itu berupa yang buruk-buruk, toh belum tentu benar, lebih baik yang baik saja. Sekedar tidak mau membuang-buang cadangan mood, kebahagiaan, dan kebijaksanaan sia-sia. Tapi tetap ingat, batasan waktu harus tetap jadi acuan. Ketika butuh cepat, analisis dengan cepat, simpulkan dengan tepat. Ketika punya waktu agak lebih banyak, pergunakan saja sebaiknya, jangan tergesa-gesa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s