Bukan Mesin Masalahnya


Maaf saudara-saudara sekalian, maaf juga wordpress, karena entah kenapa gairah menulis akhir-akhir ini berkurang. Padahal banyak kejadian-kejadian yang layak buat di-share. Yah, dari pada ga sama sekali, berikut ada sedikit cerita.

Ceritanya tentang si motor. Sebenarnya buanyak kisah-kisah yang berharga bareng si motor ini. Saking banyaknya sampe ga sempet ditulis (alesan).

Jadi beberapa minggu terakhir, motor saya ini agak kurang enak tarikannya. Padahal umurnya belum ada setahun. Yang namanya tarikan ga enak, pasti yang disalahkan langsung mesinnya. Praduga pertama ya bahwa si mesin ini agak rewel lantaran tiap hari dibawa ‘agak’ ngebut sama tuannya. Perkiraan selanjutnya adalah, ‘mungkin memang udah waktunya servis nih, kalau ga salah KM 6000 udah harus servis lagi’. Alhasil, motor itu pun sempat saya bawa ke bengkel. Niatnya mau servis rutin, mumpung masih gratis.

Tapi ternyata, bukan KM 6000 cek poin selanjutnya untuk servis berkala, melainkan 8000. Sedikit diskusi dengan petugas bengkel, saya pun memutuskan untuk menunda servis sampai KM 8000 aja nanti.

Sampai satu hari waktu si mamah minta diantar ke sekolah karena mobil mau dipinjam saudara, tarikan motor pas ngebonceng semakin mengkhawatirkan. Tapi justru dengan nambah beban si motor, perkiraan saya mengerucut pada satu penyebab: ban.

Ya, pas si motor diajak bawa dua penumpang, ada momen di mana saya seperti sedang membawa motor yang hampir bocor bannya. Karena udah hapal betul gimana rasanya bawa motor dengan kondisi ban bocor, kalau ada indikasi ga beres sama ban jadi cukup peka. Mampir lah saya di pom bensin untuk isi angin gratis. Ternyata benar. Meski pun ga terlalu kempes, tapi tekanan kedua ban motor bisa dibilang di bawah normal. Dan bener aja, begitu tekanan ban udah oke, motor melaju ringan. Langsung enak dibawanya. Wuuushh…

Hal ini jadi mengingatkan saya tentang serial House yang lagi jadi objekan. dr House ga jarang sengaja memberi tekanan pada kondisi pasien supaya tubuh pasien menunjukkan gejala yang bisa jadi patokan, apa sih penyakit pasien sebenarnya. Pasien yang jelas sakit, justru sengaja diinfeksi sama bakteri-bakteri penyakit. Pasien yang jelas susah nafas, justru diminta treadmill.

Kalau konteksnya kita sebagai pribadi, mungkin memperburuk kondisi diri sendiri bukan hal yang baik. Tapi dalam konteks pendidikan, hal ini bisa jadi satu cara mengetahui ‘penyakit’ sebenarnya dari seseorang. Hal ini yang sempat saya lakukan dulu ketika memegang beberapa kaderisasi. Mengkondisikan orang lain dalam kondisi yang begitu menekan, TANPA memberikan tekanan secara langsung, supaya muncul ‘gejala’ penyakit sebenarnya dari orang tersebut. Awas, jangan samakan mengkondisikan dengan menekan secara langsung! Aduh, mungkin bahasan ini pasnya dibuat di tulisan terpisah, supaya seru. Soalnya bukan bahasan ini tujuan awal saya nulis tentang kasus ban motor ini. Harap maklum, terlalu acak🙂

Maksud awalnya nulis cerita ini adalah, bahwa seringkali akar dari suatu permasalan itu adalah hal yang berada jauh di luar perkiraan kita. Tidak cukup jika kita membatasi hanya pada gejala atau akibat yang ditimbulkan masalah itu. Ketika rapot anak merah, bisa jadi bukan anaknya yang bodoh, tapi justru orang tuanya yang ga peduli. Ketika kepala pusing, mungkin bukan kepalanya yang sakit tapi lehernya.

Begitu juga hal yang lain, yang jauh lebih luas. Ketika kerjaan mandek misalnya. Bisa jadi bukan karena kerjaannya yang susah, tapi dosanya yang banyak.

Secara umum, kita sebaiknya bisa menganalisa lagi ‘root cause’ dari ‘symptom’ yang kita alami. Kalau di dunia manajemen ada pareto atau ishikawa buat menganalisa hal-hal ini, di kehidupan sehari-hari kita punya akal dan hati buat sekedar ‘widen area of interest’. Siapa tau ada satu hal kecil dari diri kita yang ternyata jadi root cause dari sebuah masalah besar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s