[Tarawih #3] – Manuver Iblis


Rencana untuk Ramadhan kali ini, meneruskan rencana tahun lalu yang tidak terlalu mulus terlaksana, yaitu me-reshare setiap ceramah tarawih lewat blog ini. Pertama, supaya lebih paham karena disampaikan ulang. Kedua, memang kita diperintah untuk jadi pribadi yang “menyampaikan”, bukan cuma menerima. Walau cuma satu ayat.

Karena tarawih pertama dan kedua di rumah, jadi kita mulai dari tarawih ketiga saja langsung.

Tempatnya di masjid Darussalam, Pekayon, Bekasi. Temanya tentang Manuver Iblis dalam menggoda manusia.

***

Ketika dikeluarkan dari surga oleh Allah, iblis memohon satu penangguhan atas hukumannya. Ia meminta pada Allah supaya hukumannya, dimasukkan ke neraka, ditunda sampai hari kiamat nanti. Alasannya? Supaya ia punya waktu untuk mencari teman yang bisa menemaninya kelak di neraka. Ya siapa lagi kalau bukan manusia.

“Kemudian aku akan mendatangi mereka dari depan dan dari belakang mereka,dari dari kanan dan dari kiri mereka.Dan Engkau tidak akan mendapati mereka bersyukur(taat)” QS. 7:17

Dalam menggoda manusia, dikatakan dalam Al-Qur’an bahwa ia punya 4 manuver atau strategi. Ia akan menggoda manusia dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri. Mari dibahas maksud dari strategi-strategi ini satu per satu.

Dari depan

Yang dimaksud godaan dari arah depan ialah ia akan membuat manusia melupakan hari akhir, hari pembalasan, surga, dan neraka. Definisi mudahnya, ia akan menghilangkan motivasi yang bisa membuat manusia beribadah untuk kehidupannya di akhirat nanti. Kalau dalam psikologi, ia mencoba menghilangkan insentif yang merupakan motivasi dasar ibadah kepada Allah. Insentif atau timbal balik yang akan didapat dari suatu perbuatan, yang baik dan yang buruk, surga dan neraka. Ia akan membuat manusia berpikir bahwa kehidupannya ya hanya di dunia ini. Istilahnya “You only live once” atau YOLO. Ia akan menanamkan keraguan atas adanya hari pembalasan, kehidupan setelah kehidupan. Apa benar surga neraka itu ada? Dengan pola pikir seperti itu, ya untuk apa peduli atas setiap perbuatan yang dilakukan? Itu strategi pertama.

Dari belakang

Yang dimaksud dari belakang ialah ia akan membuat manusia begitu mencintai dunia. Simpelnya, setelah ia menghilangkan motivasi untuk beribadah, ia menciptakan motivasi baru yaitu dunia. Ia akan mempercantik dunia sehingga terlihat begitu mempesona. Ia membuat manusia begitu mencintai dunia, hingga apa saja dilakukan demi meraihnya. Semua energi dan upaya semata hanya untuk kehidupan ini saja. Buat apa ibadah terus kalau miskin? Emang sholat bisa bikin kaya? Sehingga lahir lah begitu banyak orang yang sukses secara harta, namun begitu kikir untuk menafkahkan hartanya di jalan Allah.

Dari kanan

Dari kanan ialah bahwa ia akan menyimpangkan agama dan segala syariat yang diajarkan di dalamnya. Simpelnya, setelah ia menghilangkan motivasi untuk berbuat baik, lalu menumbuhkan motivasi untuk berbuat tidak baik, ia lalu membuat seakan agama adalah hal yang buruk, atau halusnya sudah tidak relevan dengan kondisi sekarang. Contohnya, sholat dianggap tidak wajib karena semata hanya ibadah ritual semata. Dengan dalih bahwa esensi dari sholat adalah untuk mengingat Allah, banyak orang saat ini yang mengatakan bahwa tidak perlu sholat untuk mengingat Allah. Ditambah lagi dengan dalih bahwa banyak orang yang sholat tapi akhlaknya buruk, sementara banyak yang tidak sholat namun akhlaknya baik. Contoh lain adalah berjilbab. Padahal sudah jelas kita diperintahkan untuk berjilbab, namun masih ada yang berdalih bahwa yang penting hatinya berjilbab, lisannya berjilbab, meskipun ia tidak berjilbab. Toh banyak muslimah berjilbab yang kelakuannya tidak mencerminkan muslim yang baik.

Anggapan ini tak lain adalah salah satu strategi yang iblis tanamkan dalam pikiran manusia. Berpikir dengan cara terbalik dan menafikan apa-apa yang sudah diperintah dan dilarang. Padahal jauh lebih baik jika kita berpikir bahwa, “Berjilbab saja kelakuannya masih buruk, apalagi tidak berjilbab. Tidak berjilbab saja sudah sebaik itu perilakunya, apalagi kalau berjilbab.”

Logika dan pemikiran “sempit yang diberi kesan luas” yang perlahan membentuk opini seperti ini. Lalu ketika semuanya bisa kita jawab dengan logika, apa lantas semua ajaran agama bisa dianggap sudah usang dan pantas dimuseumkan?

Dari arah kiri

Dari arah kiri ialah yang mungkin paling terang-terangan,ia akan menggoda kita untuk melakukan dosa dan meninggalkan amal baik. Yang lazim ialah berupa godaan syahwat, kenikmatan duniawi, dan hal-hal menyenangkan lainnya yang membuat kita lupa dan lalai. Dari pada baca qur’an, mending nonton. Dari pada teraweh, mending pacaran. Dan hal-hal semacamnya.

***

Pada akhirnya, kita harus sadar bahwa iblis bukan makhluk yang bodoh. Ia justru begitu cerdasnya. Logikanya yang membuat ia berpikir dirinya lebih baik dari Nabi Adam. Ia justru sangat cerdik dan lihai dalam menggoda manusia.

Namun, ia pun mengakui bahwa ada golongan manusia yang tidak bisa ia goda. Mereka itulah orang-orang yang ikhlas. Yang taat dengan semua perintah dari Tuhannya, semata mengharap ridho dari-Nya. Selain itu, parameter keberhasilan dari iblis pun mudah dilihat, yaitu ketika kita menjadi orang yang tidak bersyukur dan tidak taat.

Apa sudah bersyukur kita? Apa sudah taat? Kalau belum, kita pantas khawatir, jangan-jangan kita termasuk orang yang berhasil tergoda.

Wallahu a’lam.

One thought on “[Tarawih #3] – Manuver Iblis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s