Memancing


Alkisah hiduplah seorang pemuda yang sangat hobi memancing. Setiap pagi, selepas matahari terbit, ia sudah bersiaga di pinggir sungai dengan joran sambil menenteng sebuah keranjang berisi perlengkapan.

Suatu hari, ketika sedang memancing, datanglah seorang perantau yang tengah melakukan perjalanan. Di tengah perjalanannya ini, ia memilih berhenti sejenak di pinggir sungai, tepat bersebelahan dengan sang pemuda.

Sang perantau ialah orang yang bijaksana. Selain itu, ia juga ramah. Tanpa segan, ia pun memulai pembicaraan dengan sang pemuda.

“Wahai pemuda, sudah berapa lama kau memancing di sungai ini?” tanya sang perantau.

Sang pemuda menjawab, “Aku memang suka memancing. Aku sudah memancing di sungai ini sejak 10 tahun yang lalu, saat aku masih kecil.”

Sang perantau pun bertanya lagi, “Selama 10 tahun, apa ikan terbaik yang pernah kau dapat?”

“Wah, aku ini pemancing ulung! Aku pernah mendapatkan ikan paling besar di sungai ini! Hanya aku yang pernah mendapatkan ikan sebesar lengan orang dewasa! Memangnya kenapa? Mau kuajari?” sang pemuda menjawab dengan bangga, sambil sedikit mengangkat dagunya.

Tapi, sang perantau justru tertawa. “Selama 10 tahun memancing, ikan terbaikmu hanya sebesar lengan orang dewasa?”

Sang pemuda heran dan agak sedikit geram. Rekor terbaik kampung ini dia yang memegang. Tapi sang perantau yang baru pertama datang justru menertawakan prestasinya. Sang pemuda pun bertanya lagi, “Memangnya kau bisa memancing? Sehebat apa kau? Sungai ini adalah sungai paling banyak ikannya di kampung ini. Tidak mungkin ada orang yang bisa mendapatkan ikan lebih besar dari rekor tangkapanku!”

Sang perantau pun berkata, “Baiklah, kalau begitu, besok pagi, kita bertemu lagi di sini dengan membawa tangkapan terbaik masing-masing.”

“Baiklah kalau begitu! Aku tunggu besok pagi!” sang pemuda dengan yakin menerima tantangan itu.

Keesokan harinya, benar saja, sang pemuda sudah siap di tempat pertemuan dengan hasil tangkapan yang besar. Seekor ikan sebesar lengan orang dewasa berhasil ia dapatkan kemarin sore. Namun, tidak lama ia menunggu, sang perantau datang membawa ikan dengan ukuran yang luar biasa besar. Ikan itu seukuran kaki orang dewasa! Sang pemuda pun sangat kaget dan dengan sombong ia berkata, “Bagaimana mungkin! Kalau begitu, besok kita bertemu lagi di sini! Besok pasti aku akan mendapat ikan yang sebesar itu!”

Sang perantau pun setuju. Keesokan hari, mereka bertemu lagi. Namun, tangkapan sang pemuda tidak seperti yang ia janjikan. Ikannya hanya sedikit lebih panjang dari lengan orang dewasa. Sementara ikan milik sang perantau masih saja sepanjang kaki orang dewasa.

Dengan kesal, sang pemuda bertanya, “Bagaimana bisa kau mendapatkan ikan sebesar itu? Ikanku ini adalah ikan terbesar di kampung ini!”

Dengan ringan, sang perantau menjawab, “Ikan ini aku dapat dari laut. Di laut lepas sana, di ujung sungai ini, jangankan sebesar ini, seukuran tubuhmu pun ada!”

“Hah? Apa benar begitu? Jadi selama ini ikanku bukan ikan terbaik di kampung ini?” dengan kecewa dan kaget, sang pemuda bertanya.

“Di sini, kau lah pemancing terbaik. Dan di sini, ikan itulah ikan terbaik yang bisa kau dapat. Tapi, di luar sana, di laut lepas, ada banyak ikan yang jauh lebih besar. Di sana pun banyak pemancing yang jauh lebih hebat dan kuat.” sang perantau menjelaskan.

“Sehebat-hebatnya kau memancing, selama masih di sungai ini, ikan tangkapanmu tidak akan lebih dari ini. Begitu pula dengan banyak hal lain dalam hidup. Selama kau berkutat di dalam lingkunganmu saja, tidak mau mencoba ke luar sana, yang akan kau dapatkan ya itu-itu saja.” sang perantau menambahkan seraya sang pemuda menyimak dan mengangguk-angguk.

***

Intinya, kita tidak bisa berharap mendapat sesuatu yang lebih jika kita hanya mencari di tempat yang sama dengan sebelumnya. Kita pun akan berkutat dengan kehebatan yang kita anggap sudah mencapai puncaknya, sementara di luar sana, masih banyak orang-orang hebat dan karya-karya besar yang ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s