Definisi Bahagia


Happines is when we stop lying to ourselves about its definition.

Bahagia adalah ketika kita berhenti membohongi diri sendiri tentang arti kebahagian tersebut.

Setiap manusia tumbuh dengan satu set nilai-nilai yang ia yakini. Nilai-nilai ini terbentuk dari proses pertumbuhan dan interaksinya dengan lingkungannya. Nilai ini yang melahirkan definisi-definisi yang ia yakini tentang kebaikan dan keburukan. Nilai-nilai ini pula yang membentuk prinsip dan pada akhirnya menyusun satu konsep utuh tentang arti kebahagiaan. Setiap orang memiliki set nilai yang bervariasi. Maka arti kebahagiaan tiap orang pun bervariasi.

Yang menjadi unik ialah bahwa bahkan kita seringkali tidak bisa menyimpulkan atau menjelaskan arti kebahagiaan yang terbentuk dalam benak kita dengan baik. Kebanyakan karena pengaruh dari luar diri, tentang hal baik dan buruk yang ditentukan oleh kebanyakan orang – yang belum tentu benar.

Namun, meskipun kita sulit menjelaskan, bahkan pada diri sendiri, tentang arti bahagia, definisi itu tidak lantas hilang. Ia tetap berada di dalam pikiran, dan menjadi sebuah sistem pendukung keputusan dan sistem hukum. Ia yang mempengaruhi keputusan yang kita ambil dalam hidup. Ia juga memberikan rasa nyaman ketika kondisi kita sesuai dengan arti bahagia itu, dan memberikan rasa tidak nyaman ketika kondisinya tidak sesuai.

Ketika yang dirasakan ialah rasa tidak nyaman, sebenarnya kita tahu bahwa bukan ini arti kebahagiaan yang kita yakini. Namun, sering kita membohongi diri sendiri. Seperti berkata pada pikiran, “Ini lah kebahagiaan. Kamu punya ini, punya itu. Bisa ini, bisa itu. Pernah ke sini, pernah ke sana. Semua orang ingin sepertimu. Inilah kebahagiaan itu. Percaya saja lah.” Padahal, hati kecil kita menolak.

Maka kembali pada kalimat pembuka, bahwa kebahagiaan baru bisa dicapai ketika kita berhenti membohongi diri sendiri. Ketika setiap rasa tidak nyaman diakui dengan jantan sebagai sebuah kondisi yang tidak ideal. Setelah itu, tugas sang motivasi lah untuk mendorong diri bergerak, mengubah keadaan tersebut kepada kondisi yang kita yakini lebih menentramkan.

6 thoughts on “Definisi Bahagia

  1. baguuuuuus. electrifying!!!
    persepsi bahagia tiap org memang beda2 yah, jadi sebenernya gaperlu beranggapan “rumput tetangga selalu lebih hijau” karena belom tentu kita “bahagia” kalo ngejalanin hidup si org lain yg “menurut kita” lebih bahagia.

  2. Greaaaat Yasiiir. Kayanya kita harus ngobrol2 suatu hari siir. Hehehe
    The most favorite part.. What`s next ” kebahagiaan baru bisa dicapai ketika kita berhenti membohongi diri sendiri. Ketika setiap rasa tidak nyaman diakui dengan jantan sebagai sebuah kondisi yang tidak ideal. Setelah itu, tugas sang motivasi lah untuk mendorong diri bergerak, mengubah keadaan tersebut kepada kondisi yang kita yakini lebih menentramkan”..

  3. Hayo2 des! Gmna ya mewadahi obrolan kaya2 gini di kalangan temen2? Gw yakin bnyak temen2 dket yg punya pikiran kritis tp ga terwadahi gra2 ga ada tmn diskusi🙂

  4. sama-sama bro. salam kenal ya😀

    emang seringkali begitu, kalo kita ngerasa ada yg ga sreg dengan kondisi kita, seringkali itu dianggep oke2 aja. padahal lama2 bisa jadi stress tanpa sadar.
    tapi tetep, yg penting mah jgn lupa bersyukur gimana pun kondisinya. klo ga bersyukur, mau selengkap apa hidup kita juga ga bakal bahagia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s