Idealipus Habitatus


Apa susahnya menjadi putih saat sekelilingnya putih?
Apa susahnya berdiri saat yang lain pun berdiri?
Apa susahnya menahan lapar dan haus, ketika kanan kirinya pun begitu?
Apa susahnya ibadah belasan rokaat saat dilakukan bersama puluhan orang lainnya?

Ramadhan ini seperti sebuah taman pendidikan, di mana setiap sendi di dalamnya didesain begitu idealnya untuk belajar. Di sekolah, seorang murid diajak membuang sampah di tempatnya setelah banyak tempat sampah disediakan. Seorang murid sholat zuhur dengan rajin ketika bersama-sama mereka menjalankannya. Belum lagi dengan iming-iming hadiah untuk yang baik gerakannya. Murid tidak merokok karena di sekolah, guru perokok sekalipun diharuskan mematikan rokoknya di lingkungan sekolah.

Semua didesain untuk mempermudah peserta didik belajar dan membiasakan diri menjadi pribadi yang baik. Ramadhan pun seperti itu.

Ketika puasa menjadi wajib ketika di bulan lain tidak,
Ketika qiyamul lain menjadi ibadah komunal ketika di bulan lain tidak,
Ketika setan dibelenggu agar tidak mengganggu kita ketika di bulan lain dibebaskan,
Dan ketika ibadah sunnah diberi pahala ibadah wajib dan ibadah wajid diberi ganjaran berkali lipat,
Bahkan ketika ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan,
Kita diberi masa satu bulan tiap tahun untuk bersekolah, memasuki lingkungan ideal, habitat yang sesuai, supaya yang baik bisa tumbuh dan yang buruk bisa mati. Lalu satu bulan itu lewat, dan selamat datang di dunia sebenarnya!

Menjadi susah ketika berpuasa di tengah orang-orang yang tidak puasa, susah ketika bangun malam menjalankan qiyamul lail sendiri, susah ketika solat sunnah rowatib tidak diberi pahala solat wajib, dan susah ketika membaca al-Quran tanpa ada iming-iming pahala yang lebih besar.

Seperti di sekolah, murid dididik bukan untuk menjadi hebat selama masa studinya saja. Justru ia dididik agar bisa menjadi hebat ketika sudah lulus dan berada di luar sekolah. Semoga kita menjadi alumni Ramadhan yang hebat.

2 thoughts on “Idealipus Habitatus

  1. Tapi sering orang bilang klo selepas Ramadhan klo amalan2 kita turun berarti kita gagal. Menurut gw ini pernyataan yang mengawang-ngawang. Ga mungkin amalan kita bisa sama kaya bulan Ramadhan, keberkahan dan kemudahan kita beribadah di bulan-bulan lain ga bisa dibandingkan seperti bulan Ramadhan. Tujuan Ramadhan yang realistis adalah setelah melewati Ramadhan, tingkat ibadah dan keimanan kita diatas bulan sebelum kita masuk bulan Ramadhan. Wallahualam bishawab

  2. Iya pip.bahkan gw ampe g bisa ngebayangin,klo d jaman sahabat dlu betul2 amalan pasca ramadhannya meningkat terus scra konsisten sampe nyambung romadhon berikutnya.
    Tp analogi sekolah nya mnurut gw msh sesuai. Sebaik2nya kita di sekolah,begitu lulus pasti ada hal2 yang menurun.
    Tinggal gimana kondisi di akhirnya nanti,grafiknya jauh di atas titik nol ato justru di bawah titik nol.
    Wallahu a’lam.

    *duh,kmpul2 gini lg yu pip,share pikiran. Kapan tapinya ya?haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s