Arsitektur Tanpa Cela


Ketika cinta dibangun atas sebuah niat suci
Yang mampu mengganggunya hampir tidak ada
Ia tahu mana pegangan yang kuat
Mana pijakan yang kokoh
Ia tak buang waktu untuk yang semu dan lemah

Setiap bagiannya dibangun mengikuti pola yang sempurna
Tidak yang indah-indahnya saja ditampilkan
Setiap retak dan celanya pun menjadi bagian utuh
Bukan berarti menjadi lemah karena kekecewaan
Justru kemakluman yang lalu menguatkan
Saling melengkapi yang kurang

Ketika cinta dibangun untuk maksud yang lebih mulia
Bangunannya takkan berhenti dengan segera
Bukan sekedar menjadi pernak pernik hidup
Aksesoris yang dibuat manis
Ia punya cita yang luhur
Karenanya tidak berhenti pada keelokan dunia
Karena ada maksud yang lebih mulia di sana
Sebuah cinta tertinggi
Bermuaranya dua cinta dalam satu puncak yang sama
Bertaut dengan pengikat terkokoh

Cintanya menjadi luar biasa
Tidak cepat pudar karena rasa kecewa
Atau berkarat karena letupan-letupan jiwa sesaat
Karena seluruhnya sudah dititipkan pada yang menjaga
Hati pikiran dan jiwa

Sungguh tak akan tersesat
Kedua pasang mata hati yang sudah ada di jalan yang sama
Jalan yang berujung cahaya
Meski gelap sekitarnya
Meski penuh duri, meski kadang harus mendaki
Namun titik cahaya itu lebih dari cukup
Untuk menjadi pemberi arah
Menguatkan genggaman tangan
Membangkitkan tubuh ketika mulai lelah berkarya
Menjadikan diri cahaya di dunia untuk sesama

Sebuah arsitektur tanpa cela
Menuju cahaya di atas cahaya

image from itnnews.lk

3 thoughts on “Arsitektur Tanpa Cela

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s