The Legacy dari Juara Masterchef Indonesia 2012


Akhir pekan kemarin, saya sempat menonton acara grand final Masterchef Indonesia 2012 di RCTI. Ceritanya, episode ini adalah episode terakhir yang menyisakan dua orang grand finalist yang akan memperebutkan gelar masterchef yaitu Opik, seorang pria umur 30 tahun yang dulunya berprofesi sebagai agen property di Surabaya, dan Ibu Desi, seorang ibu rumah tangga berumur 39 tahun yang juga seorang direktur hotel di Bangka.

Sebelum tantangan grand final dimulai, mereka berdua ditanya oleh para juri tentang mengapa dan apa motivasi mereka dalam berjuang meraih gelar juara. Dari jawaban mereka berdua, saya kagum dengan jawaban Ibu Desi. Ketika ditanya motivasinya, ia menjawab,

“Saya ingin meninggalkan legacy kepada anak-anak saya, bahwa mimpi setinggi apapun bisa mereka raih. Tapi untuk meraihnya, mereka harus membayarnya dengan perjuangan keras dan berbagai pengorbanan. Saya sudah menunjukkan pada mereka bahwa untuk meraih gelar ini, hal terbesar yang harus saya korbankan adalah meninggalkan mereka, anak-anak yang saya cintai dan juga ayah mereka”

Bukan berlatarbelakang pembuktian diri, mencari passion, atau hal-hal lain yang egosentris, motivasinya justru sangat non-egosentris. Lebih tepatnya anaksentris. Di samping motivasi Ibu Desi yang lain yaitu ingin menjadi female masterchef pertama, kegigihannya sampai bisa meraih gelar juara ini ternyata berbahan bakar keinginan untuk mendidik. Luar biasa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s