Orkestra


Kisah ini diambil dari buku Si Cacing dan Kotoran Kesukaannya (lupa,yang kesatu atau kedua) dengan redaksi seingatnya.

Alkisah,ada seorang kakek tua. Selama hidupnya dia tinggal di desa terpencil di kaki gunung. Tidak pernah sekalipun ia keluar mengunjungi kota. Kalaupun keluar dari desa, ia hanya berkeliling hutan sekitar untuk berburu atau mencari kayu.

Suatu hari, ada seorang penduduk desa yang pernah merantau ke kota, mengajak sang kakek untuk pergi ke kota. Ia lalu membawa sang kakek ke sebuah toko alat musik di tengah kota.

Di dalam toko, sang kakek melihat sebuah biola. Sang kakek yang tidak pernah keluar dari desa, baru pertama kali itu melihat biola. Ia pun bingung dan bertanya pada sang perantau, benda apakah ini.

Sang perantau menjelaskan bahwa benda itu bernama biola, sebuah alat musik gesek. Sang kakek yang penasaran kemudian mengambil alat gesek beserta biolanya. Dengan percaya diri, ia mulai menggesek senar biola dengan alat geseknya.

Namun, sang kakek begitu kaget ketika mendengar bunyi yang dihasilkan oleh biola tersebut. Ketika senarnya digesek, yang terdengar adalah bunyi sumbang yang sangat jelek. Mirip suara keledai katanya. Dia pun lantas membenci benda bernama biola itu.

Setelah sang kakek memalingkan perhatian dari biola dan beranjak melihat alat musik yang lain, tiba-tiba ia mendengar sebuah alunan suara yang saangat merdu. Ia begitu terpana dengan suara indah itu. Setelah ia selidiki, ternyata itu adalah suara biola yang dimainkan oleh seorang pemain profesional. Sang kakek begitu kaget. Benda yang ia benci karena suaranya yang seperti keledai, ternyata bisa mengeluarkan suara yang sangat indah. Justru ia kini jatuh cinta pada biola itu.

Fenomena yang dialami kakek serupa dengan fenomena terkait keragaman kepercayaan akhir-akhir ini. Ketika disuarakan oleh mereka yang belum tau apa-apa, yang akan terdengar dari sebuah agama atau kepercayaan bisa jadi hanyalah suara sumbang dan buruk. Tapi ketika disuarakan oleh yang sudah mendalaminya, akan terdengar sebagai sebuah lagu yang merdu.

Dan tahukah Anda, dari sekian banyak alat musik itu, suara paling indah adalah ketika semuanya berada dalam sebuah orkestra. Di mana setiap alat musik dimainkan oleh maestronya dan mampu berharmoni memainkan sebuah lagu secara sinergis. Tanpa ada yang sumbang, tanpa ada yang menutupi satu sama lain.

One thought on “Orkestra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s