Genang


Di tengah hujan, di atas motor, di tepi aspal, terlihat beberapa meter, di depan ada genangan air yang cukup lebar. Mungkin kalau di tengah jalan, tidak terlalu ambil pusing. Tapi genangan di tepi jalan, besar kemungkinan ada lubang. Entah kecil entah besar.

Jadi, apa yang dilakukan?

Kalau di depan ada kendaraan lain, saya akan perhatikan dia. Darinya, saya bisa perkirakan, genangan bagian mana saja yang berlubang.

Kalau tidak ada kendaraan lain di depan? Saya sebisa mungkin melipir, mencari jalan lain. ATAU, berjalan pelan-pelan dan dengan hati-hati, melewati genangan itu.

Itu yang sering saya hadapi juga di dunia. Kalau harus berhadapan dengan sesuatu seperti “ladang penuh ranjau”, yang saya belum pernah tau sama sekali, saya akan belajar sebanyak mungkin dari ia yang sudah pernah melewati. Bagian mana yang aman untuk dilalui, bagian mana yang berbahaya dan sebaiknya dihindari.

Kalau tidak ada pendahulunya? Sayangnya seringkali tidak ada pilihan “melipir” di dalam hidup. Pilihannya hanya tetap jalan dan hadapi, ATAU berhenti tiba-tiba dan sambut serudukan kendaraan di belakang. Saya lebih memilih melaluinya. Karena setidaknya, saya tidak akan merugikan orang lain. Kalau pun tersandung, hanya saya yang kena getahnya. Dan itu pelajaran berharga, baik buat diri sendiri dan terutama buat orang lain.

Tapi tetap harus hati-hati. Maju bukan tanpa waspada. Biar agak meraba-raba, yang penting kalau tersandung lubang, saya jadi lebih sigap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s