Kemampuan VS Kemauan


Dalam sebuah organisasi (baik itu dalam konteks profesional maupun secara umum), setiap orang di dalamnya tentu memiliki peran dan tugas masing-masing. Namun sayangnya, tidak semua orang memiliki kualitas yang sama dalam menjalankan sebuah tugas.

Secara sederhana, berkaitan dengan tugas yang diembannya, kinerja seseorang dapat ditentukan oleh dua hal : kemampuan (kompetensi) dan kemauan (motivasi). Kedua faktor ini lah yang menentukan apakah hasil pekerjaan seseorang akan baik atau buruk.

Kemampuan menentukan apakah tugas tersebut sesuai dengan kapasitas orang yang mengerjakannya. Ini adalah tentang “mungkin” atau “tidak mungkin”. Akan menjadi “tidak mungkin” untuk seorang anak SD melakukan perhitungan kalkulus tingkat tinggi misalnya. Ini berkaitan dengan kapasitas (baik soft maupun hard skill) yang dimiliki orang tersebut.

Kemauan menentukan apakah tugas tersebut “akan dilakukan” atau “tidak akan dilakukan”. Bisa saja seseorang punya kemampuan dalam melakukan sesuatu tetapi ia tidak mau. Banyak penyebabnya.

Dua dimensi ini selanjutnya bisa dijadikan metode penilaian seseorang dalam organisasi. Bentuknya dalam sebuah kuadran dua dimensi seperti gambar di atas. Diagram ini selanjutnya menggolongkan orang ke dalam 4 tipe :

1. Mampu dan Mau

2. Tidak Mampu tapi Mau

3. Mampu tapi Tidak Mau

4. Tidak Mampu dan Tidak Mau.

Implikasinya? Setelah kita tahu orang tersebut ada di mana, maka treatment yang diberikan pun berbeda. Bagaimana cara menyikapi keempat tipe orang ini? Tunggu post selanjutnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s