Don’t Stop


Weekend lalu, secara ga sengaja, saya dan dua rekan seperjuangan (sebenernya plus tujuh orang anak SMA) salah ambil jalur waktu mau menuju lokasi bernama Tegal Alun di kawasan Papandayan. Jalur yang kami ambil ternyata jalur potong kompas. Kemiringannya lebih dari 60 derajat.

Badan yang udah lama ga dibawa ke lapangan, tiba-tiba dikasih medan semacam itu.

No matter how slowly you go, as long as you don’t stop.

Yang terngiang-ngiang ya kalimat ini aja. Yang penting jangan berhenti, apalagi mundur. Pelan ga apa-apa, yang penting jangan diam aja. Alhamdulillah bisa sampe atas juga akhirnya setelah 1 jam lebih.

2 thoughts on “Don’t Stop

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s