Nasehat Untuk Calon Istri


Konon, Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah, hak siapakah yang harus diutamakan oleh istri? Rasulullah menjawab, “(hak) suaminya.” Lalu, Aisyah kembali bertanya, sedang kan bagi suami hak siapakah yang lebih utama? Beliau menjawab, “(Hak) ibunya.”(Diriwayatkan oleh imam hakim dan ditashihkan oleh al-Bazzar). Riwayat dari Anas bin Malik RA dikisahkan (sebagian ahli hadis menyebut sanadnya lemah)pernah diceritakan bahwa ada seorang laki2 yang pergi berjihad sblm pergi dia berpesan kpd istrinya utk tdk meninggalkan rumah tanpa seizinnya. Sepeninggal suaminya datang seorang utusan mmeberitahukan bahwa ayahnya sakit. Istri tsb tdk berani melanggar pesan suaminya, sampai akhirnya datang berita kematian ayahnya, istri itu pun ttp dlm pesanan suaminya. Tak lama datang utusan rasulullah memberitahukan bahwa dosa ayahnya diampuni krn ketaatan kpd suaminya. menurut Syekh Yusuf al- Qaradhawi dalam kumpulan fatwanya yang terangkum di Fatawa Mu’ashirah bahwa memang benar, taat kepada orang tua bagi seorang perempuan hukumnya wajib. Tetapi, kewajiban tersebut dibatasi selama yang bersangkutan belum menikah. Bila sudah berkeluarga, seorang istri diharuskan lebih mengutamakan taat kepada suami. Selama ketaatan itu masih berada di koridor syariat dan tak melanggar perintah agama.

-Dari Bi Eva Nuramida-
Muhammad Yasir Muzayan Haq
Marketing and Public Relation
http://www.TerasNusantara.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s