Saya Titip


Saya ini lemah ya Allah, bodoh, serba tergantung, dan tidak berdaya.

Maka,

Saya titipkan keluarga saya di rumah pada Mu, supaya Engkau yang atur rezekinya, Engkau yang bahagiakan, Engkau yang jaga dari penyakit, Engkau yang pastikan makanan mereka cukup dan sehat.

Saya titipkan adik-adik saya di rumah pada Mu, karena saya tidak bisa mendidiknya setiap hari, biar Engkau saja yang menjaga mereka dari pergaulan bebas, dari lingkungan buruk, dari buruk sikap, biar Engkau yang menata pikiran dan sikap mereka supaya jadi anak yang solehah.

Saya titipkan masa depan saya pada Mu, karena saya tidak pernah tahu betul apa yang sudah Engkau siapkan, di jalan apa saya akan berjalan, sepahit apa deritanya, semanis apa kebahagiaannya, karena saya tidak bisa mengatur semuanya seperti yang saya kehendaki, saya hanya bisa berencana dan berusaha semaksimalnya. Saya titipkan masa depan saya pada Mu, biar Engkau yang susun rapi, karena yang tahu skenario terbaik cuma Engkau.

Saya titipkan rezeki saya pada Mu, karena bukan saya yang menggenggamnya, karena bukan karena usaha saya Engkau memberi saya rezeki, tapi karena Engkau kasihan, karena rahmat Mu, dan hanya Engkau yang mengaturnya, tidak akan salah jumlah, tidak akan salah waktu. Saya titip rezeki saya pada Mu, karena saya hanya bisa khawatir, baru bisa takut, sementara percaya pun masih setengah-setengah. Saya titipkan perniagaan ini pada Mu, karena kami hanya bisa waswas dan gelisah tiap kali tidak ada yang mau membelinya.

Saya titipkan jodoh saya pada Mu, biar Engkau yang pilihkan, Engkau yang datangkan, Engkau yang atur semuanya supaya baik. Karena saya hanya bisa menyusun dan menjalankan rencana, karena saya hanya bisa menurut apa yang Engkau minta saya untuk perbuat. Saya titipkan jodoh saya pada Mu, karena bukan saya yang memegang hatinya, bukan saya yang memberinya rezeki tapi Engkau yang menjadikan rasa kasih sayang, dan Engkau yang memeliharanya dari kelaparan, bukan saya dan nafkah saya.

Saya titipkan hati ini pada Mu, karena Engkau yang membolak-balikannya. Saya hanya bisa mengikutinya ketika baik, dan mengikutinya ketika buruk. Saya titip hati saya ya Allah, yang penuh riya dan hasut. Saya hanya bisa menegurnya sesekali, tapi lebih banyak kalah dan ikut menyerah. Saya titip iman saya pada Mu ya Allah, yang seringkali turun dan jarang sekali naik.

Saya titipkan semua kehidupan ini pada Mu, karena saya tidak lebih dari makhluk lemah yang sombong, yang merasa dirinya mampu mengatur semuanya, yang merasa mampu menjalani semuanya dengan upaya sendiri. Padahal tidak ada kekuatan setitikpun, kecuali dari Engkau ya Allah. Kebaikan yang aku dapat bukan karena upaya ku, tapi karena kebaikan Mu ya Allah.

Saya titipkan kedua orang tua saya pada Mu ya Allah. Engkau yang Maha Memelihara, Engkau yang membahagiakan, yang menjamin rezeki mereka, yang menjaga mereka tetap sehat. Saya tidak mampu berbuat apapun bahkan sekedar memberi kepuasan barang sedikit saja di hati mereka. Engkau yang mencukupkan mereka. Engkau yang menjaga mereka dari bahaya, bukan saya yang untuk berada di samping mereka pun tidak bisa. Saya titipkan mereka pada Mu ya Allah, Engkau yang meninggikan derajat mereka, bukan saya. Engkau yang menerima amal mereka, bukan saya. Engkau yang tahu betul sebesar apa jasa mereka pada saya, dan hanya Engkau yang bisa membalasnya dengan balasan yang utuh, tidak kurang.

Saya hanya bisa menitipkan semuanya, dan jangan biarkan saya yang mengatur meskipun hanya hal sepele saja.

3 thoughts on “Saya Titip

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s